[Dulu] Teman Baikku, Sekarang? ..[Part 2]..

Tuesday, May 5, 2009
Ini cerita dengan anak yang berbeda dari cerita Part 1.


Waktu kelas 6 SD, aku punya teman baik. Ada 3 teman baikku. Yang satu ini inisialnya “X” yang satu “Y” dan satu lagi “Q”. Kali ini aku mau menceritakan si “Q”.
Sebenarnya aku kenal dia dari kelas 2 SD. Waktu kelas 2 SD kita teman baik dan kita satu les gambar. Tapi lama-kelamaan pertemanan kita hilang sampai akhirnya dipertemukan lagi waktu kelas 6 SD itu.Di kelas, aku biasanya ngumpul sama anak-anak. Biasanya main wuz (permaian tangan) atau pancasila lima dasar, atau bingo.. Macam-macam lah. Saat istirahat aku sama dia bersama terus. Entah ke kantin atau duduk-duduk di taman belakang dekat parkiran motor. Aku, Y dan Q selalu bersama deh. Waktu ujian praktek, aku, Y dan Q bersama. Sampai waktu SMP, aku, Y dan Q se sekolah yang sama. Y sekelas dengan Q. Waktu kelas 7 dan 8 mereka sekelas, aku nggak.

Tapi disaat pertengahan kelas entah kelas berapa, Y dan Q bermusuhan. Aku sendiri tidak tau karena apa, tapi aku mendengar (jadi tidak pasti) kalau karena cowo. Y dan Q suka dengan cowo yang sama. Aku mendengar itu kaget. Iya, mereka kaya saudara kembar. Selalu bersama,tapi mendengar itu aku bener-bener kaget. Waktu aku tanya keduanya karena ada apa, mereka saling menyalahkan.

Hingga kelas 9 aku bersama dengan Q. Tapi Q itu rasanya berbeda dari dulu yang aku kenal. Dia pendiam, penyendiri, waah.. beda banget. Rasa riangnya nggak adanya. Adanya dalam dirinya hanya KE-JAYUS-AN dan KE-IRI-AN. Dia aneh banget. Mungkin dia frustasi karena nggak ada yang mau jadi temannya atau nggak ortu nya nggak pernah perhatiin dia lagi. Jujur saja, anak-anak nggak ada yang mau jadi temannya. Kalau ada mungkin hanya beberapa, itu juga rasanya karena ada perlu. Q itu sombong, jd banyak yang nggak suka sm dia. Termasuk aku. Dia itu bertindak semaunya sendiri dan suka caper sama guru. Itu yang membuat banyak anak tidak suka dengannya. Satu persatu temannya menjauhinya. Aduh, beneran, aku nggak ngerti kenapa ya. Tapi aku rasa karena perilakunya. Aku pun juga nggak suka sama dia, aku suka berteman dengannya tapi dengan Q yang dulu, yang aku kenal sewaktu SD, yang dia bisa ku anggap sebagai ‘kakak’ku di sekolah. Dia itu juga tukang nyiksa. Dia pernah bertindak sadis padaku.

Aku risih dengan perilakunya, terutama KESOMBONGANNYA. Jika dia mendapat nilai 90, dia bilang ke aku, “Nilai ku elek lho..” padahal dia tahu kalau nilaiku dibawahnya, jauh. Kalau mau pamer, to the point aja lah, aku lebih suka orang yang to the point daripada kaya gitu. Aku lebih menghargai kalau dia bilang, “Nilai ku 90,elek pek, turun dari yg kapan lalu.” Mungkin aku tetap berpikir dia sombong, tapi setidaknya tidak menyinggung aku lah. Kalau pakai yang cara 1, itu sama saja ngenyek aku. Aku nggak mau diejek secara nggak langsung. TO THE POINT DONK!

Aku juga ada perasaan yg buruk sm dia. Maksudnya ‘feeling’. Ada rahasiaku yang rasanya dibongkar dengannya (Bukan nuduh, tapi ini masih feeling lho yaaa...). Ada hubungannya dengan orang lain, mungkin dia menceritakan ke orang lain. Meskipun begitu, aku juga tau rahasianya.

Tapi dengan ini, aku berharap dia tidak membaca postingan ku ini..

Kalau temannya membaca, aku mau bilang :
“Tolong jangan kasih tau dia.. Aku nggak mau hubunganku rusak dengannya. Meskipun uda renggang, tp jangan dirusak. LUPAKAN!”

Kalau dianya sendiri membaca, aku mau bilang :
“Sorry ya, tapi dengan ini aku berharap kamu sadar, mungkin kamu sudah tau ini smua, tapi sabar yaa.. mungkin ini bisa membantu, tapi kalau kamu tersinggung, please jangan marah. LUPAKAN SAJA! Sekali lagi, Sorry, aku nggak bisa jujur sm kamu langsung, aku takut nyinggu perasaanmu. Mohon kamu isa introspeksi dirimu, ubahlah yang jelek-jelek, aku tau aku juga banyak yang jelek, biarlah kita mengubah yang jelek-jelek dari diri kita. Sorry.”

[END]

0 comments:

Post a Comment